Muhamad Suci Mardiko mungkin salah satu orang yang bisa melihat
kekayaan kuliner Indonesia yang sangat beragam sekaligus anugrah dan
peluang bisnis tersendiri bagi masyarakat. Peluang itu semakin besar di
tengah budaya masyarakat yang hobi makan. Cukup dengan dua alasan
tersebut, Suci, pria ini biasa dipanggil, tak gentar memutuskan terjun
ke bisnis kuliner setelah lama menjadi pegawai. Bukan makanan dari Barat
atau Timur Tengah yang jadi pilihannya. Suci justru memilih bubur ayam
sebagai bisnis yang akan dibangunnya.
Pada awalnya, Suci berniat berjualan bakso mengingat jenis makanan
ini merupakan jajanan nomor satu di tanah air. Namun, niat itu urung
diwujudkan karena persaingan bisnis di jajanan bakso telah tinggi dengan
jumlah pemain terlampau banyak. “Tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk
mencoba berjualan bubur,” ujar Suci, baru-baru ini.
Suci menganggap, bubur merupakan jenis makanan yang memiliki banyak
ragam dan hampir tersedia di semua daerah. Bermodalkan informasi itu,
pria ini pun yakin pilihan usahanya ini akan laris karena penjual bubur
seolah sudah memiliki pelanggan setia ketika pertama kali dijual, di
mana pun lokasinya. Tahun 2006, mimpi memiliki bisnis bubur pun segera
diwujudkan. Dia membuat tiga gerobak bermodalkan uang Rp 12 juta. "Saya
memang tidak mau main-main dengan mencoba satu gerobak terlebih dahulu,
saya langsung membuat tiga,” ujarnya.
Sejak memulai bisnis pada tahun 2006, usaha bubur Suci mulai
berkembang. Sampai pada akhirnya, pria berusia sekitar 35 tahun ini
memutuskan membuat waralaba dengan merek Bubur'Qu. Keputusannya ini
kembali tepat karena Suci kini memiliki 70 outlet Bubur'Qu di seluruh
pulau besar di indonesia, kecuali Papua. Kendati mewaralabakan bisnis
buburnya, Suci tetap memasang harga jual yang tak terlalu mahal
dibanding tukang bubur lainnya. Untuk satu porsi bubur, Suci mematok
harga Rp7 ribu-8 ribu, bergantung dari jenis buburnya.
Untuk membedakan bisnis buburnya dengan makanan serupa yang sudah
beredar selama ini, Suci pun menawarkan berbagai jenis bubur yang ada
di tanah air. Saat ini, Bubur'Qu menawarkan jenis Bubur Sukabumi, Bubur
Daging, dan Bubur Manado. Dari ketiga jenis makanan bubur itu,
perbedaannya terletak pada topping makanan dan kuah buburnya saja.
Usai mewaralabakan bisnis buburnya ini, kantong Suci pun makin tebal.
Saat ini omzet bubur dari tiap cabang yang dikelolanya bisa
menghasilkan Rp 8 juta-Rp 11 juta per bulan. “Untuk pemasukan pribadi ke
saya dari bahan baku, mungkin satu bulannya bisa lebih dari Rp 100
juta, karena dari setiap cabangnya minimal berbelanja Rp 2-3 juta per
dua minggu,” ujarnya.
Sumber berita: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi
Sumber gambar: majalahfranchise.com

0 komentar:
Posting Komentar